banner large

Gugus galaksi ini sangat besar sehingga membelokkan ruang-waktu

Comment
X
Share

Sulit untuk memahami skala alam semesta. Sulit membayangkan ukuran keseluruhan tata surya, apalagi galaksi kita. Dan galaksi kita hanyalah satu di antara miliaran di alam semesta. Faktanya, galaksi tidak hanya ada sendiri, tetapi sering berinteraksi satu sama lain — dan sering berkumpul dalam kelompok besar yang disebut gugus galaksi.

Gambar minggu ini dari Teleskop Luar Angkasa Hubble menunjukkan satu gugus galaksi bernama Abell 1351, yang terletak di konstelasi Ursa Major. Gugus galaksi adalah kelompok ribuan galaksi yang disatukan oleh gravitasi, dan massanya diukur pada skala kuadriliun kali massa matahari. Pengamatan khusus ini menunjukkan efek seperti apa yang dapat ditimbulkan oleh massa sebesar itu pada ruang-waktu.

Gugus galaksi besar Abell 1351 ditangkap dalam gambar ini oleh Wide Field Camera 3 NASA/ESA Hubble Space Telescope dan Advanced Camera for Surveys.  Gugus galaksi ini terletak di konstelasi Ursa Major di belahan bumi utara.
Gugus galaksi besar Abell 1351 ditangkap dalam gambar ini oleh Wide Field Camera 3 NASA/ESA Hubble Space Telescope dan Advanced Camera for Surveys. Gugus galaksi ini terletak di konstelasi Ursa Major di belahan bumi utara. ESA/Hubble & NASA, H. Ebeling Pengakuan: L. Shatz

Di seberang gambar, Anda dapat melihat garis-garis cahaya yang merupakan gambar galaksi-galaksi jauh. Karena massa gugus galaksi begitu besar, ia membelokkan ruang-waktu yang cukup sehingga cahaya yang melewatinya akan membengkok dan menyebar, seperti kaca pembesar. Ini disebut pelensaan gravitasi, dan memungkinkan peneliti untuk melihat objek seperti galaksi yang jauh lebih jauh dari yang biasanya kita amati.

Ada berbagai derajat pelensaan gravitasi, tergantung pada massa benda yang bertindak sebagai lensa. Jika lensa cukup besar dan sumber cahayanya dekat, lensa akan membelokkan cahaya sedemikian rupa sehingga Anda mungkin melihat banyak gambar dari sumber cahaya yang sama. Itu disebut lensa gravitasi kuat. Ada juga efek yang disebut lensa gravitasi lemah, di mana lensa kurang masif atau sumber cahayanya jauh, yang dapat meregangkan sumber cahaya dan membuatnya tampak lebih besar atau bentuknya berbeda.

Ada juga efek yang disebut microlensing, yang digunakan untuk mendeteksi exoplanet, di mana cahaya dari objek yang jauh (dalam hal ini bintang) tampak lebih terang karena benda di depannya (exoplanet).

Lensa mikro yang kuat dan lemah disebabkan oleh Abell 1351, dan gugus ini sedang dipelajari untuk menentukan massanya dan untuk melihat galaksi yang jauh.

“Pengamatan ini adalah bagian dari album astronomi yang berisi cuplikan beberapa gugus galaksi paling masif,” tulis ilmuwan Hubble. “Kebun binatang dari kelompok besar ini menunjukkan fenomena astrofisika yang menarik seperti lensa gravitasi yang kuat, serta menampilkan contoh spektakuler dari evolusi galaksi yang kejam.”

Rekomendasi Editor






Leave a Reply

Your email address will not be published.